Pamer Ngocok di Tempat Umum

ceritagayhomo.blogspot.com 
Pamer Ngocok di Tempat Umum
ceritagayhomo@gmail.com
            Sejak berada di Pulau Dewata aku memiliki kebiasaan seks yang aneh, aku mulai suka melakukan aktivitas onani di urinoir toilet umum. Apalagi kalau ada orang yang melihat aktivitasku itu, makin cepat aku mengocok dan ngecrot. Ini salah satu pengalamanku saat aku mengocok di toilet umum,sungai,pinggir jalan dan kamar kosku sendiri.


            Toilet umum pria di pusat belanja TD di daerah denpasar, disinilah awal mulanya aku mulai melakuan aktivitas anehku. Suatu hari minggu temanku mengajak aku pergi ke TD untuk berbelanja bulanan kebutuhan kos. Sampai saatnya aku merasa ingin buang air kecil, akupun pergi menuju toilet umum di sana, sampai sana aku hanya melihat satu orang bapak-bapak sedang buang air kecil di salah satu urinoir dan posisi urinoirnya adalah 2 buah di sudut kiri dan 2 lagi membelakangi di sudut kanan, sehingga di antara jarak membelakangi itu ada 3 box WC. Kurang lebih denahnya seperti di bawah :
     wc  wc  wc
                                                                     urinoir                urinoir
                                                                                           urinoir                 urinoir

cermin

                Saat aku masuk ada bapak-bapak sedang kencing di urinoir di sudut kanan menempel di WC, entah apa yang dia lakukan yang jelas dia seperti mengintip orang yang berada di dalam box paling kanan, karena hanya box paling kanan yang tertutup saat itu. Akupun tak mau ambil pusing dan aku kencing di urinoir di sudut kiri. Setelah aku selesai kencing aku menuju wash sink yang berada di cermin, dari cermin jelas sekali aku melihat gerakan bapak itu tadi adalah mengocok kontolnya sambil terus mengintip ke arah dalam box .

 Aku makin penasaran kenapa dia bisa cuek begitu melakukan onani di tempat umum, aku terus memandangi ke arah kontolnya sesekali kelihatan kontolnya yang tidak begitu panjang tapi berbentuk agak gemuk, dia tidak tahu aku perhatikan karena sibuk memperhatikan orang yang ada di dalam box. Seketika aku sedikit mendengar bunyi “cepok cepok cepok” seperti bunyi pantat sedang disodomi dari arah box, dan sesekali bunyi erangan kecil “mmmm..uhh..mm”.

            Tiba-tiba seorang security dengan perawakan tinggi dan besar masuk langsung menuju urinoir disebelah bapak yang sedang mengocok itu. Security itu kemudian bertanya dalam bahasa bali yang artinya “ngocok pak ??” bapak itu sedikit terkejut dan berpaling dari arahnya mengintip mengarah kepada security itu “oohh…ya pak yan, di dalam ada yang lagi ngentot ” jawabnya sedikit berbisik, tapi seolah-olah mereka sudah kenal. “ohh…siapa di dalam” Tanya security, “ga tau tuh…bapak-bapak berdua sudah paruh baya, satu putih mulus, satunya hitam, yang hitam gede sekali loloknya lagi ngentot yang putih” jawab bapak-bapak itu. Security itu memiliki kontol ukuran bule, terlihat jelas dari cermin, selesai kencing, bapak-bapak itu berbicara pada security “pak yan, bentar aja yuk, isep aja…”, “masih kerja ini” jawab security , tapi tiba-tiba security menuju ke box tengah diikuti bapak-bapak itu, terlihat jelas kontol security itu XXL bergelantungan saat jalan menuju box WC, sedangkan bapak itu tetap memegangi kontolnya dengan tangannya. Merekapun berduaan di dalam box WC. 

            Wah gila bener kupikir. Ga mau buang kesempatan aku mulai mengintip ke box wc di tengah dan ke box disebelahnya, tampak di box sebelah 2 orang bapak-bapak sedang ngentot, tapi aku memilih untuk melihat di box tengah dimana bapak tadi sudah bersimpuh dan menghisap kontol security yang masih berpakaian lengkap itu, tanpa ada desahan sedikitpun dari si security tapi jelas raut mukanya keenakan dan sesekali meludahi si bapak yang sedang bersimpuh di bawah kontolnya.
           

Kontolku ngaceng berat, langsung aku keluarkan kontolku dari sarang dan mengocok sambil melihat aksi mantap mereka. Tapi si security keburuan ngecrot dan dia berkata kepada si bapak itu, “udah ngecrot , udah kamu telen semua ya?” bapak itu Cuma mengangguk “udah ya aku harus kerja buru-buru ” sesaat security itu membuka pintu langsung aku ngecrot mengenai daun pintu dan sepatu si security. “aarrgghhhh….” erangku. Si security tersenyum padaku tanpa berkata sepatah katapun, lalu keluar dari toilet. Si bapak juga tersenyum dn berkata “sudah ngecrot ya dek?” aku hanya mengangguk dan memasukkan kontolku ke dalam celana dan kembali ke supermarket. Pengalaman luar biasa nonton live show di toilet umum.

            Beberapa harinya aku datang kesana lagi namun tidak ada apapun di toilet, tapi aku bertemu dengan security itu dan mendekatinya, aku beranikan bertanya soal yang dulu. “Pak yang tempo hari ngentot di toilet kan ?” “oh hahaha…ya dek kenapa? Disini sudah biasa dek,apalagi kalo weekend banyak bapak-bapak bersama keluarga main kesini dan ke toilet rame deh hahaha” dia menjawab sangat santai. “kalo adek mau ngentot di dalam silahkan atau ngocok, kalo ada yang mengadu ke security kami hanya action bawa mereka ke kantor tapi kami tidak sidang, itu action supaya yang mengadu puas saja, kalo yang mengadu sudah tidak ada ya kami biarkan pergi orang yang ngentot atau ngocok di dalam, karena semua security disini sudah biasa begitu dek” Mendengar jawaban itu berasa di kisah fiksi, tapi ini kejadian nyata, dan aku mengalaminya, aku pikir gila banget orang-orang di sini bisa sebebas dan seterbuka itu. “Maaf dek saya harus ke kantor” Security itu pergi dari hadapanku.

            Kemudian aku menuju toilet dan di sana sudah ada seorang pemuda sedang buang air, aku nekad aja ngocok di urinoir sebelahnya, dia melihat aksiku dan lalu pergi, aku terus standby disana , dan ketika ada om-om ganteng, aku mulai ngocok sampai aku keluar, si om hanya memandang heran kepadaku.

Kebiasaan ngocok ini masih berlanjut sampai sekarang, pernah suatu saat di kos ku ada proyek membangun toko, kebetulan arahnya berhadapan dengan kamarku, ada beberapa tukang yang memiliki badan bagus kulihat. Biasa sebagai gay sejati niat nakalku muncul, kadang sepulang dari kampus aku siap-siap di depan pintu kamar terbuka dan aku mengocok sambil melihat kea rah para tukang bekerja, beberapa kali tidak ada yang ‘ngeh’ dengan aktivitas dan kebiasaanku setiap siang itu. Hingga pada suatu hari, ada salah seorang tukang yang kusuka tiba-tiba melihat kea rah kamarku saat aku sedang memperhatikan para tukang bekerja termasuk dia, tapi aku hanya terkejut sebentar dan aku terus melakukan aktivitas mengocokku sambil tersenyum ke arahnya, dia pun mulai sepertinya bercerita kepada teman-temannya. Saat aku melewati mereka, mereka seringkali melihat aku sambil tersenyum dan akupun tersenyum balik. Suatu saat beberapa dari mereka kencing dan kali ini mereka kalau kencing selalu menghadap ke arah aku, jadi semakin senang aku dan jelas sekali bisa melihat macam-macam bentuk kontol, sesekali mereka menggodaku dengan menggerakan tangan mereka seolah-olah sedang mengocok, makin senang aku ternyata mereka sadar dan aku makin sering mengocok kalo mereka melihat aku. Suatu hari aku berkenalan kepada mereka, kugoda-goda untuk menggilirku, tapi ternyata mereka semua normal, hanya suka menggodaku saja. Akupun senang karena ternyata mereka bukan gay, mereka normal yang sengaja menggodaku saat aku ngocok. Kejadian ini terjadi sekitar sampau 2 bulan dan akhirnya mereka selesai dan pulang ke jawa.

            Saat ini, aku masih suka melakukan aktivitas ngocok pamer di tempat umum, di toilet dan di mana saja yang penting ditonton oleh pria bukan wanita.
ceritagayhomo@gmail.com


ceritagayhomo@gmail.com